Marketing Versus Selling ?
Dalam sebuah kesempatan, teman bertanya apa sih bedanya marketing ama selling, khan dua-duanya buat naikin penjualan juga?
Peter Drucker – Definition
Kalo lihat teorinya sih, keduanya emang berbeda. Tapi bagi orang awam gak ada bedanya. Idem ditto, supaya penjualannya jadi banyak.
Menurut AMA ( American Marketing Association), Marketing adalah The process of planning and executing the conception, pricing, promotion and distribution of ideas, goods and services, to creates exchange that satisfy individual and organization goals.
Peter Drucker bilang, “The aim of marketing is to make selling superfluous”
Sedangkan Selling adalah Systematic and purposeful organization of all the work that has to be done to: sell a a product, deliver it to the customer, and get paid for it.
But, bagi gue sih lebih nyaman pake istilahnya Bambang Bhakti – Mantan HR nya Coca Coala Amatil Indonesia yg sekarang jadi CEO nya Merpati Nusantara, bahwa Marketing itu adalah CREATING THE DEMANDS, sementara Selling itu just FULFILL THE DEMANDS.
Creating Demands,
Banyak sekali kontribusi marketing yg kasat mata di sekitar kita, tapi saya pilih beberapa yg paling jelas.
Dulu, ketika motor menjadi konsumsi para lelaki, kemunculan motor bebek membuat para wanita menjadi lebih mudah berkendara motor, karena tidak perlu ribet kordinasi, tangan dan kai untuk pindah gigi, pelananin motor dll. Dengan bebek cukup, turunin gas kemudian pindah gigi satu ke dua atau sebaliknya, lebih simple dibanding, motor lelaki pake coupling segala.
Namun, kemunculan skuter matic / motor matic lah yg merevolusi para wanita, ibu-ibu, anak remaja dan lain-lainnya naik motor. Bayangkan hanya dengan bermain-main di gas ( tanpa perlu coupling dan gigi ) mereka sekarang bisa bergaya kemana-mana naik motor.
Dulunya ratusan ribu kaum hawa tidak bisa naik motor, but sekarang dengan kemunculan skutik ini, kendala ribet, takut jatuh, motor sangat berat dan lain-lain hilang lenyap ditelan keberanian mereka membawa motor ke jalan raya, even belum pernah sekalipun dalam 20 tahun terkahir membawa motor.
Inilah revolusi luar biasa dalam berkendara menggunakan motor sehingga melambungkan penjualan motor Honda dan Yamaha naik sangat fantastis. Ini yg disebut Creating Demands – menciptakan pasar – menciptakan permintaan baru !
Contoh lainnya adalah Kaum Metro sexual. Pernah kebayang dulu Para Cowok, lelaki, and bapak-bapak or professional menggunakan pembersih wajah ( selain sabun ?). Sekarang ada biore for men, Hazeline, Gatsby, dll.
Ada banyak contoh lain bertebaran, anda bisa lihat sendiri. Namun, banyak juga product yg tidak bergerak alias just selling dan mengharapkan pertumbuhan penduduk dan ekonomi yg akan menaikkan penjualan mereka, dan mereka hanya bermain di tataran varian produk baru yg tidak menciptakan “kue pasar yg baru” tetapi hanya bermain dilingkaran yg sama memperebutkan lingkaran yg sama.
Mie instant adalah salah satunya. Sepuluh tahun terkahir ini tidak ada penciptaan kue pasar yg baru, para konsumen hanya dijejali New Flavour yg mana hanya menembak konsumen yg sama. Cara kita makan mie instant hanya di rebus or di goreng, he he he …ga ada yg baru. Misalnya ditumbuk, di hancurin, dibubur, gue gak tau apalagi yg penting bisa create pasar baru.
Siapa tahu anda yg nomor satu menemukannya. Salam.
