Business Look ! Pengamen vs Flying fox
Hey Guys,
Jum’at malam kemarin gw kena musibah dikit. Bermula dari pulang bezoek sohib yg sakit di cikampek, balik ke Bandung setengah delapan malam maksudnya via tol cipularang masuk pintu tol kalihurip.
And disaster dimulai ketika, kolong mobil gw menabrak bekas rambu yang tergeletak ditengah jalan (bekas ganjal truk ?) dan menyeret rambu tersebut belasan meter yang membuat carter mobil gw amburadul-akibatnya oli bocor kemana2 menggenangi jalan masuk tol tsb. Next jadilah mobil di derek and masuk bengkel. Wuihh, Sengsara juga balik ke Bandung naik bis trus seninnya harus kembali lagi.
But, positifnya gw menemukan banyak ide sepanjang perjalanan cipularang, maybe bisa buat inspirasi anda.
Pertama, ingat Sinta dan Jojo, maka ingat keong racun di youtube. Idenya, selama duduk di bis sepanjang jalan, ada kali 5-6 pengamen yang naik turun bis, bernyanyi solo maupun duet, bahkan group yang kalo dibilang lagu, musik atau gayanya gak bisa dibilang jelek, bahkan gw harus angkat jempol atau suka senyum sendiri dengerin kreatifitas mereka baik dari lirik yang kada kocak, menggoda atau mengelitik, juga dari kepiawaian mereka memainkan gitar atau alat musik yg mereka bawa.
Nah, gw kebayang bikin blog misalnya musik jalanan.com, PengamenIdol.com atau apalah, dimana isinya adalah rekaman musik dari para pengamen bandung-jakarta, atau jika memungkinkan seantero indonesia. Anda, saya atau siapapun bisa hunting pengamen dengan camera video ditangan, lalu upload ke youtube, nah blognya yang akan mengorganisirnya.
Ini bisa menjadi jembatan antara kreatifitas tinggi para pengamen, dan para investor industry musik yang tentunya tidak punya banyak waktu berkeliling mencari talent terus menerus. Siapa yang mau nyoba? Gw bantu dah…..
Yang Kedua, pernah ngebayang ada restoran flying fox ga ? Gw liat kemungkinan itu bisa ada. Tepatnya di rest area KM 97 tol cipularang. Tempat ini sangat strategis, panoramanya apik, viewnya enak karena bisa memandang gunung, pegunungan, hamparan sawah, hutan dengan sangat jelas karena memang posisinya ada rada hampirdi puncak bukit. Disebelahnya ada juga bukit yang masih cukup rimbun dengan pohon besarnya, ditengahnya membujur lembah yg cukup dalam, yang menjadi tempat jalan menju ke bawah dimana di sana ada sawah, ladang dan rerumputan.
Ok, jika ada investor yang tertarik untuk bikin flying fox diantara 2 bukit ini, tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi rest area KM 97 ini, dan menjadi hiburan tersendiri bagi komuter atau pengendara yang mampir atau sengaja berhenti beristirahat sebentar atau cuci mata di rest area Km 97 ini.
Fly fox sejauh 100 meter woooowww sungguh sungguh akan memacu adrenalin. Karena selain cukup panjang jalurnya, dibawahnya juga terbentang lembah yang harus di lalui flying foxer pada saat meluncur. Nah, gilanya lagi, kalo ada yg berani bikin resto di bukit tersebut – Resto Flying Fox, menu nomor 2, yg dijual adalah adrenalin – exciting. Bayangkan orang lapar, berhenti di rest area KM 97. parkir mobil, duduk pesen menu lalu jalan ke menara flying fox, pasang sabuk and yaaahooooo…terbang meluncur, sampai di bukit sebelah, pelayan sudah menunggu….silahkan duduk, makan dah….he he. Ada ga investor yang gila seperti ini….who knows?
Yang ketiga….waduh lupa. dua dulu ya, ntar kebanyakan ide but no action.
Ok guys c u.

2 Responses to “Business Look ! Pengamen vs Flying fox”
bams on October 12, 2010
ide yang sangat mantap. segera bisnis aja bos, musik jalanan.com
semoga sukses
admin on October 13, 2010
Yoi, pak. Tunggu Pak Bambang nih